Selasa, 28 April 2009

Daftar Produk Sirih Merah

NO. PRODUK KETERANGAN
1.produk
Rotallen [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk mengobati diabetes, membantu meringankan & mengatasi kencing manis
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

2.produk
Extrakgin's Botol [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk memelihara kesehatan, kebugaran, dan vitalitas
Rp 145.000,- Rp 135.000,-

3.produk
Pelangsing [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk melangsingkan badan / menurunkan berat badan
Melangsingkan badan (2-4 kg/bln) & menurunkan kolesterol, [Extrak daun jati belanda, daun Sonchis Arvenchis, Teh hijau pilihan]
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

4.produk
Sirih Merah [60 Kapsul]
Khasiat : Membantu mengatasi : diabetes, kanker, asam urat, hipertensi, gurah kewanitaan, liver, ambeien, peradangan organ tubuh, dll
Rp 145.000,- Rp 135.000,-

5.produk
Devirhol [60 Kapsul]
Khasiat : Membantu menurunkan kadar kolesterol
Rp 125.000,- Rp 100.000,-


6.produk
Curmorin [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk Tumor dan Kanker
Penyakit kanker sejak lama menjadi momok bagi banyak orang. Penyakit ini harus diwaspadai sedini mungkin dengan memperhatikan dan menghindari penyebab timbulnya kelainan sel kanker didalam jaringan tubuh
Rp 145.000,- Rp 135.000,-
Pesan Sekarang!
7.produk
Jantung [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita penyakit jantung
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

8.produk
Benjolan di Rahim [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita benjolan di rahim
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

9.produk
Eksi-ma [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penyakit kulit dan gatal-gatal
Rp 119.000,- Rp 100.000,-

10.produk
Toe-morin [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita kanker
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

11.produk
Urat-in [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita asam urat
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

12.produk
Resik Wangi [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk mengatasi keputihan
Rp 119.000,- Rp 100.000,-

13.produk
Sonchi-Gin [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk mengatasi radang ginjal & meluruhkan batu ginjal
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

14.produk
Stro-ka [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita strok
Rp 120.000,- Rp 100.000,-

15.produk
Pulles [60 Kapsul]
Khasiat : Mengatasi sulit tidur, stress & depresi
Sulit tidur, stress, depresi adalah salah satu penyebab serangan jantung, stroke, diabetes dan vitalitas loyo, Atasi segera dengan PULLES
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

16.produk
Live-ra [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk Penderita Liver
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

17.produk
Lega [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk membantu penderita sesak napas, alergi & asma
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

18.produk
Jerawat [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk penderita jerawat
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

19.produk
Hadileum [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk Penderita Ambeien
Rp 119.000,- Rp 100.000,-

20.produk
Tensi-rhol [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk mengatasi tekanan darah tinggi
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

21.produk
Pro-smok [60 Kapsul]
Khasiat : Untuk mengatasi gangguan & radang paru-paru pada perokok
Rp 125.000,- Rp 100.000,-

22.produk
Padma Dewa [60 Kapsul]
Khasiat : Nutrisi alami untuk kecantikan & mencegah penuaan dini
Rp 145.000,- Rp 135.000,-

23.produk
Tapak Dewa [60 Kapsul]
Khasiat : Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Rp 140.000,- Rp 135.000,-

24.produk
Teh Herbal SM Seduh [1 Kotak]
Khasiat : Minuman kesehatan rasa jahe mint, menjaga stamia dan membantu mempercepat proses penyembuhan berbagai penyakit
Rp 59.000,- Rp 45.000,-

25.produk
Teh Herbal SM Celup [1 Kotak]
Khasiat : Miniman kesehatan rasa jahe mint, menjaga stamina dan membantu mempercepat proses penyembuhan berbagai penyakit
Rp 60.000,- Rp 55.000,-

26.produk
Teh Pelangsing [30 Sachet]
Khasiat : Untuk melangsingkan badan menurunkan berat badan
Melangsingkan badan (2-4 kg/bln) & menurunkan kolesterol, [Extrak daun jati belanda, daun Sonchis Arvenchis, Teh hijau pilihan]
Rp 110.000,- Rp 100.000,-

27.produk
Ekstrakgin's Sachet [1 Dos Isi 12 Sachet]
Khasiat : Untuk memelihara kesehatan kebugaran dan vitalitas tubuh
Rp 200.000,- Rp 190.000,-

28.produk
Lulur Pengantin Sirih Merah [150 gr]
Khasiat :
Rp 110.000,- Rp 100.000,-

29.produk
Masker Sirih Merah [150 gr]
Khasiat : Untuk mencegah kerut penuaan dini
Rp 110.000,- Rp 100.000,-

Bambang Sudewo: Pengalaman Basmi Penyakit Dengan Sirih Merah

Lahir di Yogyakarta, 12 Februari 1960 dan menamatkan pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual (Diskomvis) Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1988. Pada tahun 1997 mendirikan usaha jamu tradisional skala home industry yang diberi nama PJ Sekar Kedhaton.
PENGALAMAN EMPIRISNYA:

Pada awal tahun 2002 di sebuah desa di lereng Gunung Merapi, secara tidak sengaja penulis menemukan tanaman cantik yang merambat tak beraturan. Warna daun bagian bawahnya merah mengkilap dengan bentuk daun tidak berbeda dengan sirih hijau yang selama ini telah kita kenal. Tanamannya bersulur memanjang dan beruas.

Penulis pun mencoba memetik pucuk daunnya. Saat penulis mengunyahnya, ternyata rasa daun tanaman tersebut sangat pahit dan aromanya khas sirih. Tanaman yang panjangnya sekitar 1.5 meter ini oleh penulis dipotong sampai ujung batang bagian bawahnya sebesar tusuk sate. Selanjutnya penulis membawanya pulang dan memotongnya lagi menjadi beberapa bagian, kemudian menanamnya secara setek batang. Hasilnya dari delapan pot, hanya dua pot yang hidup, enam pot lainnya batangnya kering menghitam.

Saat itu penulis secara kebetulan terserang diabetes mellitus, kolesterol dan darah tinggi, dengan kadar gula turun-naik 275 � 350 mg/dl. Obat medis dan ramuan tradisional yang penulis konsumsi tidak juga bisa menormalkan kadar gulanya. Sementara itu, luka melepuh semakin bertambah. Luka kecil di betis yang awalnya berbentuk bintik seperti gigitan nyamuk dengan cepat melebar dan sulit kering. Rasanya perih dan gatal. Kulit bagian luar mengelupas sampai terlihat daging putih. Luka ini bertambah di bagian perut. Penasaran dengan rasa pahitnya daun sirih merah, penulis mencoba merebusnya sebanyak tiga lembar daun sirih merah dan meminum air rebusannya selama tiga hari berturut-turut. Penulis berharap daun sirih merah ini bisa menjadi sarana penyembuh aneka penyakit yang penulis derita.

Singkat kata, keluhan darah tinggi dan kolesterol yang penulis rasakan juga mulai membaik bersamaan dengan sembuhnya luka. Setelah satu minggu sembuh penulis memeriksakan kadar gula. Kadar gula penulis menunjukkan penurunan yang signifikan, yaitu di bawah 160 mg/dl. Keluhan fisik seperti lemah, mata kabur, gusi berdarah, kencing yang berlebihan, rasa haus dan sulit tidur berangsur-angsur hilang sama sekali. Pola makan penulis saat itu wajar dan tidak berlebihan, juga tidak membatasi jenis makanan tertentu.

Pada tahun-tahun berikutnya, jika timbul gejala diabetes lagi, penulis langsung mengantisipasinya dengan meminum kapsul Ekstrak Sirih Merah dan Teh Herbal Sirih Merah. Seiring dengan perjalanan waktu, untuk menambah khasiat sirih merah dalam formula ekstraknya ditambahkan beberapa bahan dari tanaman obat lain yang berfungsi menguatkan daya sembuhnya.

KEGIATAN SOSIALNYA:

Praktisi kesehatan di Klinik Herbal Center (KHC) miliknya. Ia juga aktif membuka pendidikan dan latihan (diklat) proses pembuatan jamu tradisional dan pengobatan alternatif yang diadakan di beberapa kota besar di Indonesia.
Pernah mengisi rubrik konsultasi pengobatan tradisional, spiritual dan refleksologi di salah satu surat kabar di Yogyakarta. Kini, kesibukannya semakin bertambah dengan mengurusi kebun budidaya sirih merah sambil terus mengembangkan produk unggulannya, yakni kapsul Ekstrak Sirih Merah dan Teh Herbal Sirih Merah dalam bentuk Teh Celup dan Teh Seduh untuk pasar nasional dan orientasi ekspor. Buku ini merupakan karya keduanya yang diterbitkan AgroMedia Pustaka. Buku pertamanya adalah Tanaman Obat Populer Penggempur Aneka Penyakit.

Sirih Merah: Sembuh Bukan Sekadar Impian

Anda tengah mencari penghias teras sekaligus obat serbaguna? Sirih merah layak dipertimbangkan. Di balik sosoknya yang cantik, anggota famili Piperaceae itu manjur mengatasi beragam penyakit.

Pada 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobiis. Maklum penampilannya memang aduhai. Permukaan daun merah keperakan dan mengkilap saat cahaya menerpa. Baru 2 tahun terakhir Piper crocatum itu ramai dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Secara empiris kerabat lada itu tokcer mengatasi diabetes mellitus, kanker payudara, maag akut, batu ginjal, ambeien, serangan jantung, dan stroke. Menurut Bambang Sudewo, herbalis di Yogyakarta, sirih merah juga dapat mencegah beragam penyakit.

Supaya kesembuhan yang diharapkan cepat datang, pemilihan daun sebagai bahan baku amat penting. Tanaman siap panen minimal berumur 4 bulan. Saat itu sirih merah terdiri atas 16�20 daun. Pada saat itu daun sudah relatif lebar, dengan panjang 15�20 cm. Daun siap petik harus berumur 1 bulan, bersih, dan warna mengkilap. Daun yang dipetik berumur sedang, tidak terlalu tua atau muda, karena kadar zat aktifnya tinggi.

Daun yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal dan kaku (tidak lemas). �Semakin tua warna daun, semakin tebal. Semakin tebal daun, semakin kaku,� kata Soekardi�pengelola kebun pembibitan tanaman obat di Bogor. Aroma daun tajam dan rasanya pahit. Dalam sepekan panen sekali, tapi bila tanaman rimbun panen setiap hari juga memungkinkan. Hindari memetik daun yang terkena cipratan tanah, terutama pada waktu musim hujan.

Pemetikan dimulai dari tanaman bagian bawah menuju atas. �Daun dipetik sekitar 60 cm dari permukaan tanah , dengan tujuan meminimalkan bila ada kotoran atau debu yang menempel,� ujar Bambang Sudewo. Bila daun dipetik sekitar 10 cm dari permukaan tanah, kotoran terlalu banyak sehingga kurang layak panen. �Semakin sering daun dipanen, semakin cepat tunas tumbuh,� lanjutnya.

Pemetikan sebaiknya pada pagi hingga pukul 11.00. Bila dipetik pada sore hari, menghambat proses pengeringan. Pemetikan dengan pisau tajam dan steril.

Pascapanen
Selesai dipetik, daun disortir dengan standar mutu : daun bersih, segar, tebal, dan mengkilap. Daun kotor, cacat, dan kusam dibuang. Daun direndam dalam air selama 15�30 menit untuk membersihkan kotoran dan debu yang menempel. Kemudian dibilas hingga bersih, dan ditiriskan.

Langkah berikutnya daun dirajang dengan alat yang bersih, steril, dan tajam. Lebar irisan sekitar 1 cm, langsung dikeringanginkan di atas tampah beralas kertas selama 1 jam. Rajangan yang telah kering 60% ditutup dengan kain hitam transparan untuk menghindari debu, serangga, atau kemungkinan terbang karena tertiup angin.

Setelah kering, daun dimasukkan ke kantong plastik tebal transparan. Bila perlu berikan silica gel untuk menyerap kadar air. Tutup rapat kantong, beri label, dan tanggal kering. Kemudian simpan di tempat bersih, tidak lembap, dan mudah dijangkau, misalnya stoples kaca. Dengan cara ini kualitas sirih merah tetap terjaga hingga setahun. Ketika hendak mengkonsumsi, ambil rajangan kering sirih merah 3�4 lembar, dan rebus hingga mendidih. Minumlah setelah rebusan dingin dan melalui penyaringan. (Martina Kurniawati)

Sumber: trubus-online.com

Sirih Merah Atasi Diabetes

Di balik penampilannya yang aduhai, ternyata daun sirih merah mampu atasi banyak penyakit. Keluarga dari tanaman Piper crocatum ini disinyalir mampu mengurangi efek diabetes mellitus, kanker payudara, maag akut, batu ginjal, ambeien, serangan jantung dan stroke.

Sebagai tanaman obat, tumbuhan ini telah dikenal sejak dahulu oleh orang-orang keraton. Permukaan daun yang berwarna keperakan dan mengkilap saat tertimpa cahaya mampu kurangi beban banyak penyakit. Upaya penyembuhan melalui daun ini biasanya dimulai saat tumbuhan telah berumur empat bulan.

Saat itu, tanaman sirih merah, paling tidak telah memiliki daun hingga 20 buah. Di masa itu, daun akan terlihat lebar dengan panjang hingga 20 cm. Daun pada masa itu akan terasa kaku dan tebal. Biasanya semakin tua warna daun akan semakin baik khasiatnya.

Selesai dipetik, daun bisa dibersihkan dahulu dari berbagai kotoran. Kemudian direndam dalam air selama 30 menit. Langkah berikutnya daun dipotong tipis, lalu dikeringkan dengan angin, selama satu jam. Setelah kering, simpan daun dalam plastik kering. Hasil pengeringan ini yang bisa dipergunakan bila diperlukan.

Cara menggunakannya dengan merebus potongan daun. Setelah rebusan dingin dan disaring, minum hasil rebusan untuk sembuhkan penyakit. (slg)

Sumber : Sinar Harapan

Sirih Merah Atasi Diabetes Melitus dan Tumor

Warga Karangjati, Yogyakarta, ini sudah dua tahun lamanya menderita penyakit diabetes melitus (DM). Berbagai cara pengobatan, baik medis maupun tradisional, telah dijalaninya tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Bambang Sadewo, seorang praktisi kesehatan dan produsen jamu, yang menyarankan minum ekstrak sirih merah. Sedikit demi sedikit penderitaannya pun jauh berkurang.

Atasi Aneka Penyakit

Setelah seminggu mengonsumsi sirih merah dalam bentuk kapsul, Susmiarto merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Namun, pagi harinya rasa nyeri di kedua kakinya berkurang drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya karena luka mulai mengering dan berangsur-angsur sembuh.

Kesembuhan juga dialami Siska Ribowo, di Jakarta, yang mengidap tumor di bagian payudara. Beruntung, ibu penggemar tanaman hias mendapatkan info tentang khasiat sirih merah. Atas saran herbalisnya, ia pun mengonsumsi sirih merah dalam bentuk rebusan selembar daun segar per hari. Dua gelas air direbus sampai tinggal satu gelas. Air rebusan ini dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari sebelum makan. Kini, ia terbebas dari ancaman tumor yang menurut diagnosis dokter sangat mungkin menjadi ganas atau kanker.

Khasiat tanaman cantik bernama sirih merah (Piper crocatum) ini memang mencengangkan banyak orang. Selain DM dan tumor, sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi, peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati, dan pencernaan), serta luka yang sulit sembuh,ujar Bambang Sadewo.

Segudang khasiat sirih merah itu disebabkan sejumlah senyawa aktif yang dikandungnya, antara lain flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti- inflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Tanaman Pot

Pamor sirih merah sebagai herba yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya, tanaman berdaun hijau dengan semburat pink ini banyak dijadikan tanaman hias.

Adalah Bambang Sadewo, pemilik Klinik Herbal Center, Yogyakarta, yang mempelopori penggunaan sirih merah sebagai obat.

Bagi yang ingin sibuk, sirih merah kini tersedia dalam bentuk ekstrak, tunggal maupun dengan campuran herba lainnya yang dijual dengan harga Rp60.000/60 kapsul. Dalam bentuk segar, manfaat sirih merah juga dapat diperoleh dengan merebus sejumlah daun sirih segar yang cukup tua.

Sirih ini tidak sulit dibudidayakan. Bahkan dalam pot pun dapat tumbuh subur. Ia tidak menyukai panas maupun air yang berlebihan. Media tanamnya sederhana, yakni campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman disiram satu kali sehari, sedangkan untuk menghindari panas yang terlalu terik atau guyuran air hujan berlebihan, pot bisa dipindah ke tempat yang aman.

Sirih merah dapat diperbanyak melalui cangkok. Medianya, kompos daun bambu yang dibungkus plastik bening. Semprot media cangkok satu kali sehari, dalam waktu 2-4 minggu, anakan sirih merah sudah bisa dipisahkan dari tanaman induknya.

(Dikutip dari: http://www.agrina-online.com)

Paduan Kapsul Ekstrak Sirih Merah + Teh Herbal Sirih Merah

Keduanya bila di konsumsi sangat efektif untuk membasmi berbagai macam penyakit, seperti: benjolan/daging tumbuh, tumor, kanker, diabetes, kolesterol, stroke, asam urat, stress-depresi, penenang, sulit tidur, ejakulasi dini, lemah syahwat, radang lever, radang ginjal, tbc, batu empedu, radang prostat, ambeien, nyeri sendi, pembersih darah, nyeri pinggang, radang mata, penglihatan kabur, melancarkan asi, pelangsing badan, gurah kewanitaan (keputihan akut/radang mulut rahim), nyeri haid, masuk angin, meremajakan kulit, mencegah penuaan dini, osteoporosis dan jerawat kronis.

Sirih Merah Penurun Glukosa Darah

Oleh : Aris Solikhah - Anggota Staf Prohumasi Institut Pertanian Bogor

Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman obat tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus - DM).

Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat daun sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, daun sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa
aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).

Ciri khas tanaman tropis ini,berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.
Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.

Aman dikonsumsi

Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah.
Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.
Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, Mega melakukan uji toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0, 5, 10, 20 gram per kilogram bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus Sparague dawley. Setelah tujuh hari pencekokan, bobot tubuh ke-24 tikus tersebut bertambah dan sehat wal-alfiat. Berarti, pemberian ekstrak hingga dosis 20 gram per kilogram berat badan aman dan tidak bersifat toksik (beracun).
Dosis tepat sebagai obat diabetes militus, bisa ditentukan melalui uji antihiperglikemik pada enam kelompok tikus. Masing-masing kelompok terdiri dari empat ekor tikus. Kelompok A terdiri tikus yang mendapat induksi NaCl 0,9 persen berat per volume dan cekok akuades. Kelompok B berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok akuades.

Dalam percobaan, tikus disengaja agar menderita penyakit diabetes millitus, dengan pemberian aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan.

Kelompok C berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok obat antidiabetes komersial Daonil 3,22 miligram per kilogram. Kelompok D, E, F berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan berturut-turut cekok ekstrak daun sirih merah 100 x dosis Daonil, 1.000 x dosis Daonil, dan 20 gram per kilogram berat badan.
Perlakuan tersebut berlangsung selama 10 hari. Hasilnya, kadar glukosa darah kelompok tikus E dan F menunjukkan tidak berbeda nyata atau sama dengan kelompok tikus normal. Ekstrak daun sirih merah dosis 20 gram per kilogram berat badan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34, 3 persen. Lebih tinggi penurunnya dibanding pemberian obat anti diabetes militus komesial Daonil 3,22 miligram per kilogram yang hanya menurunkan 27 persen glukosa darah tikus.
Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan pada manusia penderita diabetes. Dosisnya ialah berat badan penderita dikalikan dengan 20 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita dikalikan degan 20 miligram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita 50 kilogram, ia membutuhkan 1 kilogram daun sirih merah segar atau 500 ml ekstrak air rebusan. Ektrak ini bisa diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore sebanyak 250 ml.

Meskipun demikian Uji klinis pada penderita kencing manis belum pernah dilakukan (pada saat artikel ini dibuat tahun 2006).

(Koran Tempo - Jumat, 7 Juli 2006).

Teh Herbal Sirih Merah ( Teh Celup)

Di racik dari pucuk daun teh, tanaman berkhasiat obat yang selain mengandung vitamin C, E dan Betakarotin juga berperan penting sebagai antioksidan serta menangkal kadar radikal bebas dalam tubuh sebagai penyebab rusaknya sel dan membran sel yang berkaitan dengan penyakit tumor/ kanker. Paduan unik dan peran penting tanaman obat lain yang menyertai Teh Herbal Sirih Merah inilah yang membuat beda dari teh kebanyakan. Rasa dan aromanya khas paduan rasa jahe+mint dan tidak pahit.

Kandungan zat tanin, selenium, fluoride dan seng yang terdapat dan daun Teh Herbal Sirih Merah telah dilengkapi dengan zat alkaloid, saponin, flavanoid, antiseptik, antioksidan (anti kanker), antirematik, sedatif (penenang), pembersih darah, antidiabetik dan anti masuk angin. Karena itu Teh Herbal sirih Merah selain sebagai minuman penyegar badan atau mengembalikan vitalitas tubuh juga berguna untuk mempercepat proses penyembuhan berbagai penyakit.

Sirih Merah sebagai Tanaman Obat Multi Fungsi

Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat.

Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mi-litus, hepatitis, batu ginjal, me-nurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, ra-dang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak di-gunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat di-sembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen. Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid.

Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mi-litus, hepatitis, batu ginjal, me-nurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, ra-dang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak di-gunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat di-sembuhkan dengan obat kimia.

Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen. Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya. Sirih merah (Piper crocatum) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk di dalam famili Pipe-raceae dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya. Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi. Ramuan sirih merah telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kra-ton Jogyakarta sebagai tanaman obat yang beguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990-an sirih merah di-fungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan se-bagai tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai pe-nyakit. Oleh karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya. Aspek budidaya Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 - 30 cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2 - 3 daun atau 2 - 3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun di ku-rangi sebagian atau buang seluruh-nya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Cara perbanyakan dengan dengan setek dapat dilakukan dengan me-nyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perban-dingan 1 : 1 : 1. media tersebut di-masukkan ke dalam polibeg berdi ameter 10 cm yang bagian bawah-nya sudah dilubangin. Setek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Setek ditanam pada poli-beg yang telah berisi media tanam. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%. Perbanyakan dengan cara pen-cangkokan dilakukan dengan me-milih cabang yang cukup tua kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan ber-kembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak.

Untuk tempat menjalar dibuat ajir dari batang kayu atau bambu. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali dalam sehari tergantung cuaca. Penanaman di lapangan dilaku-kan pada awal musim hujan dan sebagai tiang panjat dapat digunakan tanaman dadap dan kelor. Jarak tanam dapat digunakan 1 x 1 m, 1 x 1,5 m tergantung kondisi lahan. Sirih merah dapat beradaptasi de-ngan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemelihara-annya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhan-nya di lapangan adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%. Penangan pasca panen Tanaman sirih merah siap untuk dipanen minimal berumur 4 bulan, pada saat ini tanaman telah mem-punyai daun 16 - 20 lembar. Ukuran daunnya sudah optimal dan panjang-nya mencapai 15 - 20 cm. Daun yang akan dipanen harus cukup tua, bersih dan warnanya mengkilap karena pada saat itu kadar bahan aktifnya sudah tinggi. Cara pemetikan di-mulai dari daun tanaman bagian bawah menuju atas. Setelah dipetik, daun disortir dan direndam dalam air untuk mem-bersikan kotoran dan debu yang me-nempel, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan. Selanjutnya daun dirajang dengan pisau yang tajam, bersih dan steril, dengan lebar irisan 1 cm. Hasil rajangan dikering anginkan di atas tampah yang telah dialas kertas sampai kadar airnnya di bawah 12%, selama lebih kurang 3 - 4 hari. Rajangan daun yang telah kering dimasukkan ke dalam kan-tong plastik transparan yang kedap air, bersama-sama dimasukan silika gel untuk penyerap air, kemudian di-tutup rapat. Kemasan diberi label tanggal pengemasan selanjutnya di-simpan di tempat kering dan bersih. Dengan penyimpanan yang baik simplisia sirih merah dapat bertahan sampai 1 tahun.
Cara penggunaan simplisia sirih merah yaitu dengan merebus se-banyak 3 - 4 potongan rajangan dengan satu gelas air sampai men-didih. Setelah mendidih, rebusan ter-sebut disaring dan didinginkan. Penggunaan sirih merah dapat dilakukan selain dalam bentuk sim-plisia juga dalam bentuk teh, serbuk, dan ekstrak kapsul. Pembuatan serbuk sirih merah yaitu diambil dari simplisia yang telah kering kemudian digiling dengan menggunakan grinder men-capai ukuran 40 mesh. Pengemasan dilakukan pada kantong plastik transparan dan diberi label. Sedang-kan ekstrak kapsul dibuat dari hasil serbuk yang di ekstrak dengan menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental yang didapat ditambahkan bahan pengisi tepung beras 50% dan dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 400C, setelah kering dimasukkan ke dalam kapsul. Kandungan kimia Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan me-tabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi mem-punyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam seperti alkaloid, terpenoid, isoprenoid, fla-vonoid, cyanogenic, glucoside, glu-cosinolate dan non protein amino acid. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak di produksi tanaman.

Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen. Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavi-col, kavibetol, allylprokatekol, kar-vakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat di-gunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat diguna-kan untuk mengobati sakit perut. Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi Sejak jaman nenek moyang kita dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah diperguna-kan sebagai salah satu bagian pen-ting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan me-nyembuhkan penyakit keputihan ser-ta bau tak sedap. Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembang-an sebagai bahan baku untuk bio-farmaka.

Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya ber-dasarkan pengalaman yang dilaku-kan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, ter-utama di Kraton Jogyakarta, tanam-an sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat me-nyembukan penyakit ambeien, ke-putihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba. Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis. Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sem-buh dari diabetes karena meng-konsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit. Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.

Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, pada dosis tersebut mampu me-nurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Lebih tinggi penu-runannya dibandingkan dengan pem-berian obat anti diabetes militus komersial Daonil 3,22 mml/kg yang hanya menurunkan 27% glukosa darah tikus. Hasil uji praklinis pada tikus, dapat di pakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang men-derita kencing manis. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan manjur untuk pe-nyembuhan berbagai jenis penyakit Penutup Tanaman sirih merah mempunyai banyak manfaat dalam pengobatan tradisional, mempunyai potensi me-nyembukan berbagai jenis penyakit. Banyak pengalaman bahwa meng-gunakan sirih merah dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul dapat menyembuhkan penya-kit diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, men-cegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Tanaman sirih merah dapat dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah sehingga mudah dikembangkan dalam skala besar (Sumber: Feri Manoi, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007).

Kapsul Ekstrak Sirih Merah Plus

Dari hasil kromatogram, Sirih Merah mengandung senyawa kimia: flavanoid, alkaloid, senyawa polevenolad, tannin & minyak atsiri. Senyawa flavanoid & polevenolad yang dikandungnya bersifat: antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, anti inflamasi dan senyawa alkaloid-nya memiliki sifat neoplastik yang mampu menghambat sel-sel kanker. Sirih Merah yang kini menjadi fenomena, selain cantik sebagai tanaman keraton yang eksotik bermanfaat pula sebagai tanaman yang ampuh mengobati dan meredakan beberapa penyakit.

Luka Di Kaki Akibat Diabetes Berkurang Setelah Minum Sirih Merah

(Bapak Susmiarto, Karangjati, Yogyakarta.) Bapak dua orang anak ini menderita kencing manis selama lebih kurang dua tahun. Luka di kedua kakinya, dari bawah lutut sampai mata kaki telah membusuk. Beragam cara pengobatan, baik secara medis, sinshe, altenatif maupun herbal, telah dijalaninya. Bahkan dokter dari salah satu rumah sakit di Yogyakarta menyarankan agar kakinya diamputasi. Saran dokter itu membuatnya bagai disambar petir! Bagaimana tidak? Amputasi berarti kehilangan kaki! Ketekunannya dalam beribadah membuat Susmiarto tidak kehilangan semangat untuk terus berikhtiar. Susmiarto berobat dari dokter spesialis kulit yang satu ke dokter spesialis kulit yang lain. Namun, hasilnya tidak menggembirakan. Kerusakan pembuluh darah yang disebabkan luka di sekujur kakinya kian melebar membuat tulang kakinya terlihat jelas. Setiap malam tiba, rasa nyeri di kakinya akan tak tertahankan. Rasa nyeri itu sangat hebat, sehingga dia selalu mengerang kesakitan. Tragisnya lagi, kakinya tidak bisa digerakkan. Meskipun sakit sebagai seorang kepala keluarga, Susmiarto tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia bekerka sebagai teknisi computer dan membuka reparasi barang-barang elektronik. Setiap pergi dari rumah untuk menerima panggilan reparasi. Susmiarto selalu menyiapkan 5 – 7 pasang kaos kaki untuk cadangan. Kaos kaki itu untuk membungkus luka kakinya yang setiap 30 menit mengeluarkan nanah berbau amis yang sangat menyengat. Setelah Susmiarto menjelaskan secara rinci keluhan-keluhan fisiknya selama dua tahun, penulis yakin lukanya yang membusuk dan tidak kunjung sembuh itu akibat sakit kencing manis atau diabetes mellitus. Apalagi keluhannya juga meliputi mata kabur, rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil panda malam hari, gusi berdarah, dan sariawan. Meskipun Susmiarto belum sempat menunjukkan hasil cek laboratorium tentang kadar glukosa darahnya, penulis yakin Susmiarto terkena diabetes mellitus akut seperti yang penulis alami sendiri. Atas saran penulis, Susmiarto kemudian memakan tiga lembar daun sirih merah. Susmiarto berusaha mengunyah dan menelan daun sirih merah tersebut walaupun rasanya pahit. Saat pamit hendak pulang, Susmiarto penulis sarankan membawa kapsul Ekstrak Sirih Merah agar praktis saat meminumnya. Dua minggu kemudian, Susmiarto datang lagi dengan senyum lebar. “Sudah lumayan ada perubahan, Pak,” katanya. Setelah melihat secara langsung dengan membuka kaos kakinya, penulis yakin ternyata memang sudah ada perubahan. Luka di kaki Susmiarto sudah agak mongering. Menurut pengakuannya, setelah seminggu mengonsumsi kapsul Ekstrak Sirih Merah, pada suatu malam rasa sakit di kedua kakinya menghebat dan nanah mengucur deras, sehingga dia harus berganti kaos kaki sampai beberapa kali. Namun, pada pagi harinya rasa nyeri dikedua kaki berkurang secara drastis.

Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya.Setiap bangun pada ujung malam, Susmiarto tidak lupa mengucapkan syukur kepada sang khaliq, karena kesembuhan yang didambakannya masih berpihak kepadanya. Perasaan seperti disambar petir lantaran mau diamputasi hilang sudah. Artikel ini dikutip dari buku: BASMI PENYAKIT DENGAN SIRIH MERAH, karangan: BAMBANG SUDEWO, hal 05 - 07, Cetakan Kelima 2008 Penerbit AgroMedia Pustaka. Dikutip oleh: Perwakilan Banyuwangi – PJ Sekar Kedhaton

Manfaat Sirih Merah untuk Kesehatan & Kecantikan

SIRIH merah sering ditanam atau dipelihara sebagai tanaman hias. Maklum, tanaman yang masuk dalam keluarga piperaceae ini menarik dipandang mata. Tapi kegunaannya tak sebatas menarik mata dan memperindah halaman atau taman. Sirih merah juga punya manfaat yang besar, baik terhadap kesehatan maupun kecantikan. Sudah sejak dulu, sirih merah digunakan oleh para leluhur kita untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Di Jawa, misalnya, sirih merah digunakan untuk menyembuhkan ambeien, keputihan, dan menghilangkan bau mulut. Kandungan alkaloid dianggap berfungsi sebagai antimikroba. Di China, sirih digunakan untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Sementara di India, daun sirih dikenal aromatik dan menghangatkan, bersifat entiseptik dan meningkatkan gairah seksual.

Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning, dan sirih merah. Sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam keluarga piperaceae. Tanaman ini tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas sirih merah adalah batangnya bulat, berwarna hijau keunguan dan tidak berguna. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengilap dan tidak merata. Daun yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal, dan kaku (tidak lemas). Sirih merah cenderung tumbuh di tempat teduh. Misalnya, di bawah pohon besar yang rindang. Bisa juga tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk. Kalau tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunnya yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Tapi bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya, bila terlalu banyak kena air, akar dan batangnya akan membusuk. Yang membedakannya dengan sirih hijau adalah bila daunnya disobek, akan keluar lendir. Seperti sirih hijau, rasa sirih merah pun pahit getir. Namun aromanya lebih wangi dibandingkan dengan sirih hijau.

Menurut dr Prapti Utami, konsultan dan penulis buku, secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan penyakit diabetes miilitus, mencegah hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi, dan memperhalus kulit. Itu karena sirih merah mengandung sejumlah senyawa aktif, antara lain flavonoid dan polevenolad yang bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik dan antiinflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Seperti yang sudah dikatakan, sirih merah bisa dimanfaatkan untuk mengobati diabetes dan menurunkan hipertensi. Dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari, kadar gula darah akan turun sampai pada tingkat yang normal. Sirih merah dalam bentuk teh herbal juga bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag, dan kelelahan. Ini telah diuji oleh Klinik Herbal Center di Yogyakarta. Pasien sembuh dari diabetes karena mengonsumsi teh herbal sirih merah. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di dalam daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Karvakrol bersifat desinfektan, antijamur, sehingga bisa digunakan sebagai obat antiseptik untuk menghilangkan bau mulut dan keputihan. Eugenol bisa mengurangi rasa sakit, dan tanin mengatasi sakit perut. Sirih merah banyak digunakan di Klinik Herbal Center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multifungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan. Sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia, maupun ekstrak kapsul. (sumber :http://lifestyle.okezone.com)